Thursday, November 5, 2020

3.2 Dan 4.2 Memahami jenis dan fungsi garis gambar teknik

 3.2 Dan 4.2

Memahami jenis dan fungsi garis gambar teknik

 

A.    Garis Gambar Teknik

Pada gambar teknik ada beberapa jenis garis yang digunakan, masing - masing memiliki arti dan kegunaannya sendiri. Oleh karena itu wajib hukumnya mengetahui jenis - jenis garis gambar teknik agar dapat menggunakan garis gambar teknik  sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Jenis - jenis garis yang digunakan dalam gambar teknik ditentukan oleh gabungan bentuk dan tebal garis. Tiap garis digunakan berdasarkan peraturan tertentu.

Jenis garis menurut tebalnya ada dua macam yaitu garis tebal dan garis tipis. Kedua jenis garis ini memiliki perbandingan tebal 1:0.5. Tebal dipilih sesuai besar kecilnya gambar dan dipilih dari deretan tebal berikut:

0.18, 0.25, 0.35, 0.5, 0.7, 1, 1.4 dan 2 mm

Untuk ketebalan 0.18 sebaiknya tidak digunkan karna akan sangat sukar. Pada umumnya ketebalan garis tebal yang digunakan adalah 0.5 atau 0.7.

 

Gambar Contoh Garis Tipis dan Garis Tebal

 

B.     Berikut adalah jenis - jenis garis beserta dengan fungsinya:

 

1.      Garis Tebal Kontinyu

Garis tebal kontinyu merupakan salah satu jenis garis nyata yang memiliki ketebalan antara 0,5-0,8 mm. Garis Garis tebal kontinyu memiliki beberapa fungsi dalam gambar teknik. Berikut merupakan fungsi garis gambar pada gambar teknik:

·       Garis gambar berfungsi untuk garis gambar atau garis benda yang terlihat secara langsung.

·       Garis gambar berfungsi untuk garis tepi kertas gambar atau tiket

Bentuk garis gambar sebenarnya sangat sederhana yaitu garis lurus atau sesuai dengan bentuk benda yang diinginkan tanpa adanya garis putus. Berikut merupakan garis gambar:

 

2.      Garis Tipis Kontinyu

Garis tipis merupakan salah satu jenis garis nyata yang memiliki ketebalan antara 0,1-0,35mm. Garis ini memiliki fungsi yang berbeda dengan garis gambar. Berikut merupakan fungsi dari garis tipis pada gambar teknik:

·       Garis tipis memiliki fungsi untuk membuat garis gambar atau garis benda yang dibayangkan.

·       Garis tipis berfungsi untuk memberi garis ukuran pada gambar kerja.

·       Garis tipis berfungsi untuk memberikan garis bantu ukuran pada gambar kerja.

·       Garis tipis berfungsi untuk memberikan arsir atau garis arsir pada gambar kerja.

·       Garis tipis berfungsi untuk garis gambar penampang yang diputar ditempat.

·       Garis tipis berfungsi untuk memberikan garis proyeksi pada benda yang di gambar

·       Garis tipis berfungsi untuk memberi garis pada sumbu pendek suatu gambar

Bentuk garis tipi tidak beda jauh dengan garis gambar. Yang membedakan keduanya yaitu ketebalan yang berbeda yang mana garis gambar mempunyai ketebalan 0,5-0,8 mm sementara garis tipis memiliki ketebalan 0,1-0,35 mm. Berikut merupakan garis tipis:

 


3.      Garis Tipis Kontinyu Bebas

Garis tipis bergelombang merupakan salah satu garis nyata yang memiliki bentuk bergelombang seperti ombak. Garis tipis bergelombang memiliki ketebalan yang sama dengan garis tipis yaitu antara 0,1-0,35mm. Berikut merupakan fungsi dari garis tipis bergelombang:

·         Garis tipis bergelombang memiliki fungsi untuk garis batas gambar yang dipotong atau disobek sebagian.

·         Garis tipis bergelombang memiliki fungsi untuk garis batas pada bagian benda yang dipotong dan sebagian benda yang ada dalam bayangan.

Bentuk garis tipis bergelombang seperti ombak. Berikut merupakan bentuk seperti ombak. Untuk jelasnya sebagai berikut:


4.      Garis Tipis Kontinyu Dengan Zig-Zag

Garis tipis zig-zag merupakan salah satu garis nyata yang memiliki bentuk zig-zag seperti segitiga. Garis tipis zig-zag memiliki ketebalan yang sama dengan garis tipis yaitu antara 0,1-0,35mm. Berikut merupakan fungsi dari garis tipis zig-zag:

·         Garis tipis zig-zag memiliki fungsi untuk garis batas gambar yang dipotong atau disobek sebagian.

·         Garis tipis zig-zag memiliki fungsi untuk garis batas pada bagian benda yang dipotong dan sebagian benda yang ada dalam bayangan.

Bentuk garis tipis zig-zag seperti ombak. Berikut merupakan bentuk seperti ombak. Untuk jelasnya sebagai berikut:


5.      Garis Gores Tebal

Garis gores merupakan salah satu garis gores atau garis yang memiliki motif putus putus pendek. Garis ini memiliki ketebalan antara 0,4 - 0,5 mm. Garis gores memiliki beberapa fungsi dan kegunaan. Berikut merupakan fungsi dari garis gores:

·         Garis gores memiliki fungsi untuk membuat garis gambar atau garis benda yang tidak terlihat secara langsung.

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya bahwasanya garis gores merupakan garis yang memiliki motif putus-putus dengan ukuran yang pendek. Berikut merupakan bentuk dari garis gores:



6.      Garis Bergores Tipis

Garis bertitik tipis merupakan salah satu garis bergores yang memiliki motif goresan pendek diantara goresan panjang. Garis bertitik tipis memiliki ketebalan 0,1-0,35 mm. Garis bertitik tipis memiliki fungsi sebagai:

·         Garis bertitik tipis merupakan salah satu garis yang berfungsi sebagai garis sumbu.

·         Garis bertitik tipis merupakan salah satu garis yang memiliki fungsi sebagai garis yang menunjukan batas yang lain dari benda bergerak.

·         Garis bertitik tipis merupakan salah satu garis yang berfungi sebagai garis lintasan.

·         Garis bertitik tipis merupakan salah satu garis yang berguna sebagai garis simetri dan lingkaran jarak.

Sesuai dengan penjelasan diatas mengenai garis bertitik tipis maka lebih jelasnya dapat memperhatikan gambar berikut:


7.      Garis Bergores Tipis yang Dipertebal Ujungnya dan Perubahan Arah

Garis bertitik tipis dengan garis ujung ditebalkan merupakan salah satu garis bergores yang sebenarnya sama dengan garis bertitik tipis. Yang membedakan hanyalah pada garis bertitik tipis dengan garis ujung ditebalkan adalah garis pada bagian ujung-ujung ditambahkan ketebalannya yang semula 0,1-0,35 mm menjadi 0,5-0,8 mm. Garis bertitik tipis dengan garis ujung ditebalkan memiliki fungsi sebagai:

·       Garis bertitik tipis dengan garis ujung yang ditebalkan memiliki fungsi sebagai garis batas sebuah irisan atau potongan.

Untuk lebih jelasnya mengenai garis bertitik tipis dengan ujung ditebalkan dapat melihat gambar berikut:

 

8.      Garis Bergores Tebal

Garis bertitik tebal merupakan salah satu garis bergores yang sama seperti garis bertitik tipis dan garis bertitik tipis dengan garis ujung ditebalkan. Perbedaannya hanyalah pada garis bertitik tebal memiliki ketebalan garis 0,5-0,8 mm pada setiap goresannya. Garis bertitik tebal memiliki fungsi atau kegunaan sebagai:

·         Garis bertitik tebal mempunyai fungsi untuk menunjukan suatu bagian gambar yang akan dikerjakan secara khusus.

Untuk lebih jelasnya mengenai garis bertitik tebal dapat melihat gambar berikut ini:


9.      Garis Bergores Ganda Tipis

Fungsi garis bergores ganda tipis adalah:

a.       Garis benda/bagian yang berdekatan

b.      Posisi alternatif dan batas kedudukan benda yang bergerak

c.       Garis sistem

 

C.    Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:



 

D.    Pengaplikasian jenis - jenis garis tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini:


 

Jarak minimum antar garis sejajar termasuk garis arsir tidak boleh kurang dari tiga kali tebal garis yang paling tebal dari gambar. Dianjurkan agar jarak antar garis tidak kurang dari 0.7 mm. Pada garis - garis sejajar yang berpotongan jaraknya dianjurkan paling sedikit empat kali tebal garis


Gambar garis - garis sejajar yang saling berpotongan

 

Bila beberapa garis berpusat pada sebuah titik, garis - garisnya tidak digambar berpotongan pada titik pusatnya, tetapi berhenti pada titik dimana jarak antara garis kurang lebih sama dengan tiga kali tebal garisnya.


Gambar garis - garis yang memotong pada sebuah titik

 

Jika dua buah garis atau lebih yang berbeda jenis saling berhimpitan, maka penggambarannya harus dilaksanakan sesuai prioritas urutan berikut:

a.       Garis gambar (garis tebal kontinyu jenis A)

b.      Garis tidak tampak/garis terhalang (garis bergores, jenis E atau F)

c.       Garis potong (garis bergores yang dipertebal pada ujung – ujungnya dan tempat perubahan arah, jenis G)

d.      Garis center dan garis simetri (garis bergores tipis, jenis F)

e.       Garis sumbu (garis bergores ganda tipis, jenis I)

f.       Garis proyeksi (garis kontinyu tipis, jenis B)

 

Garis gores dan garis bertitik yang berpotongan atau bertemu harus diperlihatkan dengan jelas titik pertemuannya atau titik perpotongannya. Cara menyajikan garis tidak terlihat (garis Gores) dan garis sumbu, harus sesuai dengan ketentuan yang dapat di lihat pada tabel di bawah ini:


E.    Ujung Garis Penunjuk

Garis penunjuk adalah garis yang menunjukan sebuah bagian pada gambar seperti dimensi, objek dan sebagainya. Ketentuan ujung garis penunjuk sebagai berikut: 

1.      Dengan sebuah titik, jika ujung garis penunjuk berada di dalam objek

2.      Dengan anak panah, jika ujung garis penunjuk berada pada garis benda

3.      Tanpa titik atau anak panah, jika ujung garis penunjuk berada pada garis dimensi


Penggunaan garis penunjuk ini diterapkan secara umum untuk mengabaikan garis tidak terlihat pada gambar assembling, ketika mungkin pengguna akan bingung dengan gambar kompleks atau ketika bagian tersebut sudah cukup jelas pada view yang lain, tetapi ini tidak disarankan bagi pemula dan tetap harus menampilkan garis tidak terlihat pada latihan gambarnya.

 

Wednesday, November 4, 2020

3.1 Dan 4.1 Memahami fungsi peralatan dan kelengkapan gambar teknik

3.1 Dan 4.1

PENGERTIAN GAMBAR TEKNIK & MACAM MACAM ALAT KEGUNAANNYA

 

A.    Pengertian Gambar Teknik

Gambar teknik adalah gambar yang dibuat dengan menggunakan cara-cara, ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang telah disepakati bersama oleh para ahli teknik

Di dalam teknik mesin ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan tersebut berupa normalisasi atau standarisasi yang sudah ditetapkan oleh ISO (International Organisation for Standarisation) yaitu sebuah badan/lembaga internasional untuk standarisasi. Di samping ISO sebagai sebuah badan internasional (antarbangsa), di negara-negara tertentu ada yang memiliki badan  tandarisasi nasional yang cukup dikenal di seluruh dunia. Misalnya: di Jerman ada DIN, di Belanda ada NEN, di Jepang ada JIS, dan di Indonesia ada SII.

Sebagai suatu alat komunikasi, gambar teknik mengandung maksud tertentu, perintah-perintah atau informasi dari pembuat gambar (perencana) untuk disampaikan kepada pelaksana atau pekerja di lapangan (bengkel) dalam bentuk gambar kerja yang dilengkapi dengan keterangan-keterangan berupa kode-kode, simbol-simbol yang memiliki satu arti, satu maksud, dan satu tujuan.

 

B.     Macam - macam Alat Kegunaannya

Untuk membuat gambar yang baik dan memenuhi syarat serta dapat dipahami dengan mudah dan benar oleh orang lain, diperlukan adanya peralatan yang memenuhi syarat dan teknik-teknik menggambar yang benar. Ada beberapa peralatan didalam menggambar teknik dasar (gambar manual/tanpa komputer) yang harus diketahui berdasarkan fungsi dan cara penggunaannya. Walaupun pada saat sekarang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi, serta tuntutan dunia industri, menggambar sudah menggunakan Program Autocad yang merupakan program aplikasi rancang bangun berbasis CAD (Computer Aided Desain) buatan autodesk incorporation. Tetapi untuk sampai ke aplikasi rancang bangun tersebut tentunya juga untuk gambar arsitektur, gambar sipil ataupun mesin diperlukan dasar-dasar gambar teknik yaitu menggambar secara manual.

Sebagai dasar dan kaidah-kaidah penggambaran yang baik dan benar sesuai dengan standar ISO. Karena hasil dari gambar tersebebut jelas, mudah dibaca (dimengerti), serta dapat dilaksanakan. Karena gambar tersebut di bidang teknik merupakan salah satu bahasa atau alat komunikasi untuk di aplikasikan. Oleh karena itu di dalam menggambar dasar teknik perlu diketahui beberapa peralatan serta kelengkapan gambar teknik tersebut. beberapa peralatan gambar teknik antara lain sebagai berikut :

 

1.      KERTAS GAMBAR

Berdasarkan jenis kertasnya, kertas gambar yang dapat kita gunakan untuk menggambar teknik adalah :

a.       Kertas Padalarang

b.      Kertas manila

c.       Kertas Strimin

d.      Kertas roti

e.       Kertas Kalkir

Di dalam menggambar teknik untuk ukuran kertas  gambar  sudah ditentukan berdasarkan standar ISO, yang mana ukuran pokok kertas gambar adalah A0.

 

Ukuran A0 adalah 1 m2 dengan perbandingan 2 : 1 untuk panjang : lebar.

Ukuran A1 diperoleh dengan membagi dua ukuran panjang A0.

Ukuran A2 diperoleh dengan membagi dua ukuran panjang A1.

Demikian seterusnya.......

Ukuran kertas gambar dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

 

Cara untuk menentukan ukuran kertas A0 A1 A2 A3 A4 di dalam gambar teknik dapat harus terlebih dahulu mengetahui ukuran kertas paling besar yang digunakan di dalam gambar teknik, yaitu ukuran kertas A0 yang ukuran pokoknya mempunyai luas 1 meter persegi (1 m2) atau 1 juta milimeter persegi (1.000.000 mm2). Untuk mendapatkan Ukuran kertas A0 tersebut secara benar berdasarkan standard internasional / ISO, maka digunakan rumus sebagai berikut :

Di bawah ini adalah berbagai macam jenis ukuran kertas menurut satuan inches dan satuan milimeters

 


2.      MEJA GAMBAR

Meja gambar yang baik mempunyai bidang permukaan yang rata tidak melengkung. Meja tersebut dibuat dari kayu yang tidak terlalu keras misalnya kayu pinus. Sambungan papannya rapat, tidak berongga, bila permukaannya diraba, tidak terasa ada sambungan atau tonjolan. Meja gambar sebaiknya dibuat miring dengan bagian sebelah atas lebih tinggi supaya tidak melelahkan waktu menggambar. Meja gambar yang dapat diatur kemiringannya secara manual atau hidrolik. Manual pergerakan kemiringan dan naik turunnya dengan sistem mekanik, sedangkan meja gambar hidrolik kemiringan dan naik turunnya meja gambar menggunakan sistem hidrolik. Ukuran papan gambar didasarkan atas ukuran kertas gambar, sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Tetapi dapat juga disesuaikan dengan kebutuhan, umumnya ukuran papan gambar lebar 90 cm, panjang 100 cm, tebal 3 cm


 

3.      PENSIL GAMBAR

Pensil untuk menggambar lain dengan pensil yang digunakan untuk menulis, baik kwalitetnya maupun kerasnya. Pensil gambar umumnya tidak disertai karet penghapus pada salah satu ujungnya. Selain itu biasanya kekerasannya dicantumkan pada salah satu ujung pensilnya. Standard kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

                                 

Berikut ini salah satu contoh jenis pensil gambar dengan kategori lunak 2B, digunakan untuk kelengkapan menggambar  


4.      PENSIL MEKANIK

Pensil mekanik banyak ragam dan jenisnya, antara batang dan isi pensil terpisah. Jika isi pensil habis dapat diisi ulang. Batang pensil tetap masih digunakan. Dalam menggambar teknik ada jenis pensil standar yang digunakan. Pensil mekanik tersebut salah satu merk standar yang digunakan adalah Staedtler, Rotring, Faber Castell. Pensil mekanik memiliki ukuran berdasarkan diameter mata pensil, misalnya 0,3 mm, 0,5 mm, dan 1,0 mm. Berikut ini salah satu contoh jenis pensil mekanik, digunakan untuk kelengkapan menggambar


 

5.      PENGHAPUS

Penghapus yang dimaksud dalam peralatan gambar teknik disini adalah penghapus yang digunakan untuk kertas gambar. Jadi dapat digunakan 2 macam penghapus yaitu penghapus pensil dan penghapus tinta. Untuk penghapus pensil pada kertas gambar biasa ( putih ) umumnya hampir sama. Penghapus kertas gambar terdapat macam-macam  merk salahsatunya adalah Staedtler, Rotring, Faber Catell, demikian juga untuk penghapus tinta pada kertas kalkir.  Berikut ini salah satu contoh jenis penghapus gambar, yang digunakan untuk kelengkapan menggambar.           

 

6.      PENGGARIS SEGITIGA

Pada kelengkapan menggambar teknik adalah penggaris segitiga. Penggaris ini digunakan untuk menarik garis tegak, miring, atau pun sejajar. Ukurannya variatif dari yang kecil sampai yang besar. Bahan yang digunakan untuk penggaris segitiga adalah kebanyakan mika transparan karena ringan. Penggaris segitiga ini biasanya digunakan sepasang segitiga yaitu segitiga dengan sudut- sudut istimewa yaitu 45°–45° dan segitiga, dengan sudut 60°–30°.

7.      RAPIDO 

Rapidograp atau rapido merupakan alat kelengkapan menggambar teknik biasanya satu set komplit dengan yang lainnya. Rapido banyak digunakan dalam mendesain gambar arsitektur bangunan maupun bangunan sipil. Rapido juga memiliki ketebalan tertentu untuk menarik garis dengan ketebalan yang dikehendaki. Sehingga untuk membuat gambar dengan lebih dari satu ketebalan garis, diperlukan beberapa rapido. Untuk membedakan ketebalan garis yang diinginkan, pada umumnya masing-masing rapido diberi tanda corak warna yang berbeda-beda pada leher atau tutupnya.Sehinggga dengan rapido yang digunakan ketebalan garis, tinggi huruf maupun angka dari sablon huruf dapat disesuaikan. Macam-macam merk rapido yang dijual di pasaran, antara lain : rotring, staedler, faber castell, primuss, dan lain-lain.

 



 

8.      JANGKA

Jangka merupakan suatu alat kelengkapan menggambar teknik digunakan untuk membuat gambar lingkaran, ellips, ataupun busur lingkaran. Jangka memiliki bentuk dua kaki, yang satu berbentuk runcing (jarum) dan yang satunya lagi bentuknya dapat diisi dengan ujung pensil, pulpen, trek pen, dan sebagainya. Penggunaan jangka bisa di setel atau di atur apabila akan membuat gambar suatu  bentuk lingkaran dengan jari-jari besar, dan apabila kaki jangka tersebut kurang panjang, maka salah satu kakinya harus disambung dengan kaki sambungan atau ditambahkan suatu alat tambahan apabila mau menggunakan rapido. 



9.      MAL DAN SABLON

Mal dan sablon ini meryupakan alat kelengkapan dalam menggambar teknik. Fungsi dari mal dan sablon ini untuk memudahkan dan mempercepat proses pengerjaan dalam membuat gambar, khususnya desain gambar-gambar arsitektur bangunan, sipil dan juga untuk menghasilkan bentuk gambar yang rapi, bersih dan menarik. Perbedaan anatara mal dan sablon antara lain yaitu

Mal terdiri dari beberapa jenis, yakni : mal lingkaran, mal ellips, mal kuping gajah, mal arsitek, dan lain-lain.

Sablon terdiri dari beberapa jenis, yakni : sablon huruf, sablon angka, sablon furniture, dan lain-lain.

 


Kisi-kisi

  1.       Bagaimana bentuk Gambar proyeksi orthogonal …. 2.       Apa yang di maksud pandangan depan …. 3.       Gambar pandangan a...